Selama anda mempelajari atau
bahkan memberikan materi pelatihan Judo di perkumpulan anda, pernahkah anda
menemukan titik jenuh dari atlit binaan anda. Dengan rutinitas monoton dan
tidak adanya program secara berkala, menyebabkan atlit anda merasa jenuh dan kemudian berhenti
satu persatu !. Inilah salah satu penyebab mengapa klub anda “mungkin” tidak
bisa berkembang lebih jauh atau bahkan mempertahankan atlit anda untuk betah
berlatih rutin di klub anda.
Pembukaan sesi latihan dengan
doa, dilanjutkan dengan pemanasan ala Judo dan diteruskan dengan uchikomi dan
diakhiri dengan randori. Sangat familiar bukan?. Karena, itulah rutinitas
hampir di semua klub Judo yang ada di Tanah Air. Perlu digaris bawahi, saya
tidak membicarakan pola latihan pemusatan latihan (Pelatda/Pelatnas), tapi
hanya sebatas pola latihan di Klub-Klub kecil yang pada kenyataannya banyak
yang gagal mempertahankan atlitnya untuk tetap setia berlatih karena jenuh.
Mengapa demikian ?.
Baiklah, tanpa bermaksud
mengajari atau bahkan mengurui, perkenankan saya menuliskan beberapa faktor dan
solusi mengenai hal ini. Tentunya, ini adalah murni hasil pengamatan saya di
beberapa klub di Indonesia dan di luar Indonesia. Jadi bila tidak cocok, anda
lewatkan saja. Pada dasarnya saya hanya mau membantu memberikan beberapa solusi
bagi klub-klub yang benar-benar membutuhkan saja.
PENGAMATAN PERTAMA
Oke, bila anda seorang praktisi
atau bahkan seorang pelatih Judo di wilayah anda !. berapa banyak teknik Go Kyo
kah yang anda hapal...zleb..apa itu Go Kyo ?. pertanyaan mulai mengemuka. Go
Kyo adalah rangkaian teknik Judo yang terdiri atas 5 Tingkatan Go Kyo. Di Klub
saya (Trisakti & Arena MMA Indonesia) Minimal anggota didik saya wajib mengetahui 2
Tingkatan Go Kyo. Lebih mudahnya kita sebut saja Go Kyo 1 dan Go Kyo 2 yang
terdiri atas 16 (enam belas teknik) teknik dasar Judo. Bayangkan, bila kita
hapal Go Kyo 1 dan 2 saja, kita sudah memiliki 16 teknik Judo yang bisa kita
gilir materinya di tiap sesi latihan. Mulai dari De Ashi Barai hingga Uchimata,
belum termasuk kombinasi, counteran, Osaekomi Waza dari masing masing teknik !.
Saya ambil contoh untuk program Judo
saya di Arena MMA Indonesia. Mengapa ?. karena di perkumpulan ini anggota saya
tidak terfokus untuk mencari prestasi, namun hanya sebatas hobi. Tidak mungkin
saya sama ratakan pola pelatihannya dengan klub judo saya yang lainnya seperti
Judo Trisakti yang memang terfokus untuk pembinaan prestasi.
Kelas Judo di Arena MMA Indonesia
terdiri atas beberapa Sesi dimana per tiap sesi dibagi menjadi 1 jam/sesi
(sudah termasuk pemanasan), biasanya saya mengajar maksimal 3 sesi (3 jam),
jadi seperti ini gambarannya:
SESI 1
#1 Jam
Pemanasan
(15 Menit)
#pemasanan ini sudah termasuk senam judo seperti
Roll, Back Roll, dsb
#Ukemi yang meliputi (belakang, depan, samping
kanan/kiri dan zempo kaiten).
Rangkaian Uchikomi
ditempat (20 – 30 Menit) (set Pertama)
#untuk uchikomi kita ambil contoh O Ghoshi (yang
paling mudah bagi pemula)
# ditempat (20 kanan / 20 Kiri dengan Total 40x)
#Uchikomi berjalan masing masing 2 set (Depan,
belakang samping) dengan tetap teknik yang sama yakni O Ghoshi
Rangkaian Uchikomi ditempat (20 – 30 Menit) (Set
Kedua)
#untuk uchikomi teknik kedua kita ambil contoh Seoinage
atau Tai Otoshi (tetap yang paling mudah dimengerti bagi pemula)
# ditempat (20 kanan / 20 Kiri dengan Total 40x)
#Uchikomi berjalan masing masing 2 set (Depan,
belakang samping) dengan tetap teknik yang sama yakni O Ghoshi
Istirahat
sekitar 3 – 5 menit
NEWAZA
#Hingga sesi
berakhir
![]() |
Yoko Shiho Gatame |
Banyak perkumpulan yang melewatkan sesi newaza
karena terfokus kepada randori. Entah, karena instruktor/pelatihnya lupa atau memang
hanya memiliki kosakata teknik yang sangat sedikit. Tapi saran saya Newaza sebisa
mungkin tidak dilewatkan. Dalam sesi Newaza ini, kita bisa membuat permainan
seperti dibawah ini :
Satu posisi mengunci (Tori) dan 1 posisi terkunci
(Uke), #untuk teknik kita gilir saja Kesa gatame dan Yoko Shio Gatame (jadi 2
teknik itu saja yang diperkenankan untuk sesi tersebut). Dimana, dengan
hitungan 30 - 25 detik (sesuai waktu Osaekomi) yang terkunci harus bisa
melepaskan teknik kuncian Tori. Bila kuncian tidak lepas, Uke wajib Push Up
dengan jumlah yang telah dijanjikan di awal sesi Newaza. Sesi Newaza menggunakan sistem ketemu semua.
SESI 2
#1 Jam
Setelah anggota istirahat dari sesi pertama. Kita
mencoba pelan-pelan memberikan arahan mengenai tata cara mengunci yang benar
dan tidak melupakan cara melepaskan kunciannya. Cara melepaskan Kesa Gatame dan
Cara melepas kuncian Yoko Shiho Gatame bisa melalui rangkaian Uchikomi Newaza
sebanyak 2 set. Ada baiknya rangkaian teknik dilakukan kanan dan kiri.
Istirahat 3 –
5 Menit
Rangkaian Uchikomi
ditempat (20 – 30 Menit)
#untuk uchikomi lanjutan kita ambil contoh Hiza Guruma (sapuan yang paling mudah bagi pemula)
# ditempat (20 kanan / 20 Kiri dengan Total 40x)
#Uchikomi berjalan masing masing 2 set (Depan,
belakang samping) dengan tetap teknik yang sama yakni Hiza Guruma
Rangkaian Uchikomi ditempat (20 – 30 Menit) (Set
Kedua)
#untuk uchikomi teknik kedua kita ambil contoh teknik
kombinasi O Uchi Gari/Ko Soto Gari to Seoinage
atau Tai Otoshi (tetap yang paling mudah dimengerti bagi pemula)
# ditempat (20 kanan / 20 Kiri dengan Total 40x)
#Uchikomi berjalan masing masing 2 set (Depan,
belakang samping) dengan tetap teknik yang sama yakni teknik kombinasi
Istirahat
sekitar 3 – 5 menit
RANDORI
Di sesi Randori pun kita masih bisa membuat pola
permainan. Diantaranya:
# 1 menyerang dan 1 bertahan dengan waktu yang
disesuaikan dengan kemampuan anak didik.
# Dalam randori hanya boleh menggunakan teknik kaki
atau Tangan (bisa bergantian)
# dalam randori hanya boleh melakukan teknik
tertentu. Diharapkan pejudo yang hanya bisa Seoinage bisa mengembangkan teknik
lainnya.
# Randori Group : 1 master bertahan hingga
digantikan oleh pejudo yang berhasil menjatuhkan Ippon.
# Randori Team : bila yang latihan banyak, dibagi
dalam 2 regu dan diadu. Yang kalah dikenakan sanksi yang telah ditetapkan.
SESI 3
#1 Jam
Sesi ketiga ini akan terfokus dengan newaza dan
randori. Bisa diadakan untuk kebutuhan tertentu semisal persiapan kompetisi. Rangkaian
program bisa di mix dari Sesi pertama dan Kedua. Namun harap diingat, porsi
teknik, newaza dan randori harus seimbang.
![]() |
Partisipasi Indonesia di tingkat Regional |
Itulah beberapa ide dan solusi bagi klub-klub kecil
yang bingung akan program, dimana di hari-hari berikutnya anda bisa memilih
teknik baru, pola baru dan suasana latihan yang tidak monoton. Dan tentunya
anda tetap bisa memberikan materi circuit training untuk kebutuhan tertentu,
mungkin seminggu sekali dan tidak terlalu dipaksakan.
Pertanyaannya? Apa yang harus kita lakukan bila rangkaian
teknik latihan telah selesai semua dilaksanakan, contohnya masih ada tersisa 15
– 20 menit kosong sebelum jam latihan benar-benar habis?. Kalau menurut saya, disitulah letak moment
yang tepat untuk berinteraksi dengan anggota anda, telusuri segala sesuatu
tentang atlet anda. Seperti layaknya sesi tanya jawab namun dengan suasana yang
lebih nyaman, tanpa keringat dan nafas yang engap-engapan. Perkumpulan anda
adalah Keluarga kedua anda. Berikan tantangan baru atau minimal suntikan
sesuatu hal yang baru. Yang patut digaris bawahi, terkadang murid kita justru
memiliki ide dan inovasi yang luput dari kita, manfaatkan dan jadikan mereka
sangat berharga dbagi perkumpulan.
PENGAMATAN KEDUA
SPONSORSHIP
?.
![]() |
PGN sebagai Mitra Sponsor JUDO TRISAKTI |
Tidak jarang sebuah klub kecil terbentur oleh
masalah finansial. Selain hanya terpaku oleh kucuran dana dari sumber tertentu,
klub juga terbentur karena tidak memiliki manajemen keuangan atau minimal
bendahara yang benar-benar mengerti perputaran arus kas.
Contoh pengalaman saya sebagai pembina dan
pengelola Klub Judo Trisakti yang dikenal sebagai dojo permanen terkecil di
Indonesia saat itu apalagi terhitung baru (berdiri tahun 2005). Biasanya Sponsorship
tidak begitu perduli dengan jenis perkumpulan anda, selama perkumpulan anda
bisa membawa image mereka ke tingkat yang lebih baik. Biasanya mereka tidak
segan memberikan kucuran dana. Tidak perlu berada di Jakarta, dipelosok pun
mereka berminat. Mungkin ini sedikit masukan yang bisa saya berikan:
- Buatlah proposal tanpa banyak tulisan didalamnya. Masukan sebanyak mungkin mengenai informasi Acara, Dojo, Kepengurusan dan SDM dari Dojo anda.
- Pastikan proposal anda sesuai dengan misi dan visi sponsorship anda.
- Tentukan target sponsorship anda. Bila anda berada di daerah, jangan pernah memberikan proposal anda ke kantor pusat (Jakarta). Sampaikan saja melalui kantor perwakilan di mana Dojo anda berdiri. Karena biasanya perusahan cabang memiliki kebijakan tersendiri.
- Jualah secara cerdas dojo dan atlet anda agar tampak menarik di mata sponsor. Atau bila anda berkenan membuat acara. Buatlah acara itu semenarik mungkin. Karena sponsor hanya melihat sejauh mana Acara anda dapat mengkatrol produk mereka dan bukan kebalikannya.
- Sponsor memiliki kebijakan tersendiri, ada kalanya mereka memberikan bantuan dana segar atau bahkan hanya sebatas bantuan produk (seperti minuman dan Makanan), menurut hemat saya, AMBIL saja karena itu adalah bentuk kepercayaan awal mereka terhadap anda.
- Terdapat lebih dari ribuan alamat perusahaan di dunia maya, pastikan anda searching untuk sponsor yang kira-kira sesuai dengan Klub atau acara anda.
Jadi untuk sementara, sebatas ini dulu pengelaman
yang bisa saya sampaikan, bila ada waktu. Insya Allah akan saya sambung lagi.
FYI. bila anda tidak mengetahui teknik yang saya sampaikan diatas,Tidak ada salahnya untuk mereview di YOUTUBE.
FYI. bila anda tidak mengetahui teknik yang saya sampaikan diatas,Tidak ada salahnya untuk mereview di YOUTUBE.